Kupang, 01 Maret 2011, Di tahun 2011 angka Kematian Bayi di Kota Kupang menurun cukup signifikan, dari 22.35 kematian per 1000 Kelahiran Hidup pada Tahun 2010 menjadi 5.38 kematian per 1000KH pada tahun 2011. Keberhasilan penurunan angka kematian bayi ini tidak terlepas dari usaha semua pihak yang mendukung pelayanan Kesehatan Ibu dan anak dengan baik selama tahun 2011. Walaupun dirasakan masih banyak hal yang perlu dibenahi, tetapi penurunan angka kematian yang cukup besar ini patut diapresiasi sebagai sebuah keberhasilan dari kerjasama semua tenaga kesehatan serta dukungan lintas sektor (Kelurahan, Kecamatan, dukungan NGO ; AIP-MNH, NICE, DHS-2,GF-ATM,dll) diwilayah Kota Kupang. Penghargaan khusus diberikan kepada para Bidan di Kota Kupang, sebagai ujung tombak pelayanan KIA.
Berikut ini kami tampilkan trend angka kematian bayi per Puskesmas yang ada di Kota Kupang untuk dua tahun terakhir :
Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa jumlah kematian bayi terbesar selama 2 tahun berturut-turut berada pada Puskesmas Alak, dengan jumlah kematian bayi 22 kematian bayi pada tahun 2010, dan 7 kematian bayi pada tahun 2011, sedangkan untuk jumlah kematian terendah selama dua tahun berturut-turut ada Puskesmas Kupang Kota dengan 7 kematian bayi pada tahun 2010 menurun menjadi 1 kematian bayi pada tahun 2011.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dana yang memadai dalam memecahkan permasalahan Kesehatan Ibu, Anak, dan Bayi baru lahir (KIBBLA), tercatat tahun 2011 AIP-MNH sebagai penyantun dana penyokong KIBBLA mengalokasikan dana sebesar Rp. 1.047.695.750,- untuk permasalahan KIBBLA di Kota Kupang, selain dukungan dana tersebut adapula dana Teknis Bantuan Operasional Kesehatan dalam mendukung pelayanan aktif Tenaga Kesehatan dilapangan dalam melayani masyarakat. Dana BOK sangat membantu dalam mendekatkan pelayanan nakes bagi masyarakat, dengan adanya Dana BOK maka memudahkan para Bidan dalam melakukan kegiatan Kunjungan Rumah untuk Bumil yang beresiko dan melakukan penyuluhan, pemeriksaan, pencegahan, dan perencanaan persalinan yang aman dan memadai bagi ibu hamil tersebut.
Namun semua keberhasilan diatas tidak dapat menjamin pelayanan KIBBLA di Kota Kupang telah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, banyak pula catatan yang masih harus diperbaiki dan ditingkatkan dalam upaya pelayanan KIBBLA yang memadai. Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan yang masih sulit untuk didapat karena akses terhadap sarana pelayanan kesehatan yang masih sulit, serta masih adanya masyarakat yang tidak melahirkan di fasilitas kesehatan menjadi catatan tersendiri dalam upaya mendukung Revolusi KIA di Kota Kasih ini. Kiranya ini semua menjadi catatan serta apresiasi bersama bagi semua tenaga kesehatan dalam mengembangkan dan merencanakan pelayanan KIBBLA yang lebih baik di tahun 2012.
Salam Sehat, Ibu Sehat, Bayi Sehat, Keluarga Bahagia.







