KUPANG, Sistem Perencanaan terpadu wajib untuk dilakukan dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat propinsi, yang diharapkan menghasilkan output perencanaan yang sesuai dengan kebijakan umum yang telah ditetapkan. Untuk itu Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) mengeluarkan aplikasi E-Planning yang diharapkan dapat membantu proses perencanaan, serta menjamin ketepatan dan kecepatan dari proses ini.
Sejak dikeluarkannya aplikasi perencanaan Electronic Planning (E-Planning), untuk membantu pelaksanaan perencanaan Dana APBN/APBNP khususnya Daba Tugas Pembantuan (TP) oleh Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kemenkes RI, maka kemudian ditindaklanjuti di tingkat propinsi dengan sosilisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi ini. Aplikasi E-Planning Tahun 2012 sendiri merupakan perbaikan dari aplikasi yang sama pada tahun sebelumnya. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 4-7 Maret 2012, di Hotel Sylvia Kupang, dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas semua Kabupaten/Kota dan Direktur RS Pemerintah Se-propinsi NTT serta tenaga operator aplikasi E-Planning yang mewakili setiap instansi kesehatan dari tiap kabupaten/kota. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, yang menghadirkan Fasilitator Aplikasi E-Planning dari Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kemenkes RI.
Dalam Kegiatan ini juga dilaksanakan sosialisasi daftar kegiatan yang dapat dimasukan dalam Dana TP tahun 2013, sehingga diharapkan kegiatan perencanaan untuk Dana TP tahun 2013 dapat dilaksanakan sesuai rambu-rambu dan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya aplikasi E-Planning diharapkan semua usulan dari Kabupaten/Kota dapat mengikuti siklus APBN yang ada, termasuk menyangkut waktu penetapan pagu indikatif, pagu anggaran, dan alokasi anggaran, sehingga diharapkan proses perencanaan yang dijalankan menjadi lebih optimal dan tepat waktu. Selain itu dalam kegiatan ini juga dilaksanakan sosialisasi secara umum tentang aplikasi baru yang mendukung proses perencanaan DAK yang dinamakan E-DAK. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan nantinya bisa menghasilkan dokumen perencanaan yang memadai dan betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang memadai.







