Masalah Kesehatan Ibu dan Perinatal merupakan masalah Nasional yang perlu mendapat prioritas utama, karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Data SDKI menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia masih tinggi dimana Angka kematian ibu (AKI) mencapai 307/100.000 KH dan angka kematian bayi ( AKB ) yaitu 35/ 100.000 KH (SKDI th 2002/2003).
Untuk dapat meningkatkan mutu dan menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan perinatal di tingkat pelayanan dasar dan pelayanan rujukan primer perlu dikembangkan konsep Audit Maternal Perinatal (AMP) dengan audit maternal perinatal dapat di identifikasi faktor, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh terhadap kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola program KIA tingkat Kabupaten dan pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar serta tingkat pelayanan rujukan primer dapat menerapkan prioritas untuk mengatasi faktor –faktor yang mempengaruhi kematian ibu dan perinatal.
Dalam Rangka mendukung kegiatan tersebut maka pada, Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang melaksanakan kegiatan AMP Klinis (Pembahasan Kasus) Tingkat Kota Kupang Tahun 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk Diseminasi hasil kajian Audit Maternal Perinatal. Dengan tujuan tersebut diharapkan Tim Bidan Di Kota Kupang sebaai leading sektor pelayanan KIA mampu Menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus kebidanan dan perinatal/ neonatal secara teratur dan berkesinambungan dalam wilayah Kota Kupang, Mengidentifikasi penyebab kematian dan mengkaji faktor – faktor penyebab kematian ibu dan perinatal/neonatal yang dapat dicegah, Mengembangkan mekanisme pembelajaran, pembinaan, pelaporan dan perencanaan yang terpadu antara dinas kesehatan Kabupaten/Kota, RS pemerintah dan swasta, Puskesmas, RB,BPS, Organisasi profesi dan lintas sektoral, Menentukan rekomendasi, intervensi, strategi pembelajaran dan pembinaan bagi masing – masing pihak terkait dalam upaya mengatasi masalah – masalah yang ditemukan dalam pembahasan kasus, Mengembangkan mekanisme pemantauan, evaluasi dan pengembangan terhadap rekomendasi yang disepakati, Memperoleh kesepakatan pemecahan masalah yang paling sesuai diterapkan di Kota Kupang atas penyebab timbulnya morbiditas atau mortalitas Ibu,Perinatal maupun neonatal.
Sebagai bahan evaluasi Dikota Kupang angka kematian Ibu tahun 2009 sebanyak 13 kasus,tahun 2010 sebanyak 5 kasus dan pada tahun 2011 sampai bulan september sebanyak 5 kasus.Angka kematian Bayi tahun 2009 sebanyak 155 kasus,tahun 2010 sebanyak 143 kasus dan pada tahun 2011 sampai bulan sepember sebanyak 30 kasus.Sedangkan angka kematian ibu di NTT 554/100.000 KH dan angka kematian bayi 72 / 100.000 KH. Lambatnya penurunan kedua angka tersebut menunjukan bahwa pelayanan KIA masih perlu ditingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas pelayanan. Upaya peningkatan pelayanan KIA tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama oleh pelaksana pelayanan KIA ditingkat pelayanan dasar dan di tingkat pelayanan rujukan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Restaurant Teluk Kupang, pada Tanggal 1-2 Maret 2012, dengan narasumber dua orang Dokter ahli yang bekerja pada RSUD Prof W.Z. Yohanes Kupang yakni dr. Elly Gultom, SpOG dan dr. Frans Taolin, SpA. Dalam kegiatan ini dibahas secara rinci penyebab kematian ibu di Kota Kupang pada tahun 2011 yang berjumlah 6 kasus, sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam menangani kasus yang sama hingga nantinya ketika para bidan menemukan kasus yang sama maka diharapkan tidak lagi terjadi kasus kematian pada ibu. Dalam pertemuan ini juga dihasilkan beberapa rekomendasi dalam rangka menanggulangi penanganan kasus kematian ibu, rekomendasi tersebut dimulai dari ranah preventif promotif, hingga penanganan teknis ibu hamil yang memiliki masalah yang sama. Beberapa penyebab kematian ibu antara lain Asfiksia ringan hingga berat, Premature dan Sepsis.
Beberapa rekomendasi yang dihasilkan antara lain Peningkatan Kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan teknis berjenjang yang memadai bagi SDM kesehatan khususnya Bidan dan Dokter, Penyuluhan dan promosi 10 tanda bahaya kehamilan bagi ibu, serta pengusulan Ranperda KIBBLA Tingkat Kota Kupang yang didalamnya memuat aturan jelas agar ibu tidak lagu melahirkan di rumah maupun sarana yang bukan merupakan fasilitas kesehatan yang juga menjadi tujuan besar pembangunan kesehatan Propinsi NTT dalam rangka mendukung Revolusi KIA.







