Waspadai Glomerulonefritis

Ditulis oleh | Rabu, 22 November 2017 08:00
Nilai artikel ini
(1 Pilih)
ilustrasi: perbandingan ginjal normal dan ginjal penderita glomerulonefritis ilustrasi: perbandingan ginjal normal dan ginjal penderita glomerulonefritis sumber.com

Pengertian Glomerulonefritis

Kondisi glomerulonefritis pada masing-masing penderita bisa berbeda-beda. Ada yang mengalaminya dalam waktu singkat (akut) dan ada yang jangka panjang (kronis). Penyakit ini juga bisa berkembang pesat sehingga mengakibatkan kerusakan ginjal dalam beberapa minggu atau bulan.

Gejala-gejala Glomerulonefritis

Glomerulonefritis jarang menyebabkan gejala yang spesifik. Tetapi jika bertambah parah, kondisi ini bisa memicu munculnya darah pada urine. Beberapa indikasi lain yang mungkin menyertai gejala utama tersebut meliputi:

  • Urine yang berbuih.
  • Hipertensi.
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, dan perut.
  • Kelelahan karena anemia atau gagal ginjal.

Banyak penyakit yang bisa menjadi penyebab di balik gejala ini. Anda sebaiknya memeriksakan diri secara saksama jika mengalaminya agar penyebabnya bisa diketahui.

Penyebab dan Faktor Pemicu Glomerulonefritis

Penyebab di balik glomerulonefritis belum diketahui secara pasti. Namun para pakar menduga bahwa glomerulonefritis merupakan kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan menyerang sel-sel yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin bisa memicu inflamasi dan kerusakan pada glomeruli.

  • Komplikasi dari infeksi-infeksi tertentu, misalnya infeksi tenggorok oleh bakteri streptokokus, HIV, Hepatitis B dan Hepatitis C, serta endocarditis (radang katup jantung).
  • Mengidap kondisi autoimun lain yang biasanya diturunkan, contohnya lupus, vaskulitis (inflamasi pada dinding pembuluh darah), atau nefropati immunoglobulin A (IgA) yaitu penumpukan jenis immunoglobulin A pada glomeruli ginjal.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti hipertensi atau diabetes.

Diagnosis Glomerulonefritis

Kondisi ini umumnya diketahui melalui hasil tes urine yang abnormal. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan menganjurkan beberapa pemeriksaan lebih mendetail seperti:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar kreatinin dan ureum dalam darah. Peningkatan substansi ini akan mengindikasikan kerusakan ginjal serta glomeruli.
  • Tes urine, khususnya untuk mengecek kadar protein, sel darah putih, dan sel darah merah.
  • USG atau CT scan pada ginjal.
  • Pengambilan sampel jaringan ginjal melalui prosedur biopsi. Ini dilakukan jika dokter perlu memastikan Anda mengidap glomerulonefritis. Biopsi juga akan membantu dokter untuk mencari penyebab glomerulonefritis yang Anda idap.

Pengobatan Glomerulonefritis

Langkah pengobatan untuk tiap pengidap glomerulonefritis tentu berbeda-beda. Perbedaan ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu jenis glomerulonefritis yang Anda idap (kronis atau akut), penyebabnya, serta tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

Glomerulonefritis ringan terkadang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan tertentu. Biasanya yang diakibatkan oleh infeksi streptokokus pada tenggorokan. Sementara penanganan untuk glomerulonefritis jangka panjang atau kronis bisa dilakukan dengan:

  • Mengendalikan hipertensi dan kadar gula darah Anda.
  • Menangani penyebab glomerulonefritis yang Anda idap.
  • Menggunakan obat-obatan, misalnya imunosupresan atau kortikosteroid.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya teratur berolahraga, mengurangi konsumsi makanan bergaram atau berprotein tinggi, berhenti merokok, serta meningkatkan konsumsi cairan dan serat.

Komplikasi Glomerulonefritis

Glomerulonefritis terkadang bisa sembuh tanpa penanganan tertentu, terutama yang ringan. Tetapi jika tidak ditangani dengan saksama, kondisi ini bisa bertambah parah dan memicu penyakit lain. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipertensi.
  • Sindrom nefrotik.
  • Gagal ginjal akut.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Kerusakan pada organ lain seperti gagal jantung dan oedema paru karena cairan tertahan di dalam tubuh.

(Sumber: aladokter.com)

Baca 2387 kali
Maria Thresia

Staf Seksi Promosi Kesehatan


Artikel Lainnya

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan Read More
Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Saat bencana alam besar, bencana peperangan maupun wabah terjadi di Read More
Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang selalu Read More
Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Campak alias measles adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan Read More
Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Untuk memberikan kemudahan didalam proses pelayanan informasi Puskesmas Sekota Kupang Read More
Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Banyaknya pelayanan publik pada berbagai bidang di Lingkungan Pemerintah Daerah Read More
  • 1