Stigma 'Penyakit Kutukan' Penyebab Pasien Kusta Malu Berobat

Ditulis oleh | Senin, 13 November 2017 11:02
Nilai artikel ini
(0 pemilihan)
Ilustrasi Ilustrasi http://www.lingkarsosial.org/

Angka kusta di Indonesia cukup tinggi, bahkan menjadikan negara ini bertengger di posisi ketiga terbanyak di dunia setelah India dan Brazil. Sayangnya, stigma di masyarakat masih melekat sehingga masih banyak masyarakat yang enggan berobat dikarenakan rasa malunya.

Pandangan seperti 'penyakit kutukan' meskipun terdengar kejam tapi benar-benar dialami oleh mereka. Tak jarang diskriminasi terjadi bagi para pejuang atau orang yang sudah terlepas dari masalah kustanya. Padahal, jika dibiarkan masalah kusta bisa makin parah dan berujung pada kecacatan.

"Stigma itu masih banyak (di masyarakat), justru itu yang buat orang tidak mau berobat karena malu," Lita Renata Sianipar, SKM, M.Epid, Kasubdib Penyakit Tropis Menular Langsung (PTML) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sementara itu, dr Firmansyah Arief, MPH, Konsultan Kusta dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwasanya kusta merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh mikrobakteri lepra.

"Sebenarnya sama dengan infeksi lain, hanya saja yang bikin bahaya karena menyerang saraf tepi," jelas dokter dengan nama sapaan dr Firman tersebut.

Ketika saraf tepi rusak, maka fungsi saraf terganggu mulai dari sensorik, motorik, dan salah satunya sensor yang ikut terlibat dari proses pembentukan keringat. Sehingga, tak hanya otot yang sulit digerakan, namun juga keringat tidak dapat terbentuk. Akibatnya, orang yang memiliki kusta pastinya memliki kulit kering.

"Akibatnya kulit retak-retak (kering), mudah luka, masuk bakteri, tambah deh," jabar dr Firman.

Meskipun nyatanya masalah kusta dapat ditangani sedini mungkin dengan pemberian obat, stigma yang ada di masyarakat inilah yang mengganggu jalannya pengobatan. Alhasil, fungsi gerak otot pun menjadi semakin terkendala.

"Otot tuh biasanya berpasangan. Kalau otot yang fleksi lumpuh, maka otot ekstensi dominan, jarinya jadi kiting (keriting)," ujarnya.

 Maka dari itu, Kemenkes dan WHO sedang berusaha sebisa mungkin untuk mewujudkan visi yang telah dibangun agar pada tahun 2020 kusta dapat dieleminasi dari Indonesia. Jadi, stop diskriminasi pada orang-orang yang memiliki atau pernah dijangkiti kusta untuk mendukung cita-cita bangsa.

(Sumber : https://health.detik.com )

Baca 1620 kali Terakhir diubah pada Senin, 13 November 2017 11:37
Jhon Kobun

Staf UPT Instalasi Farmasi - Dinas Kesehatan Kota Kupang


Artikel Lainnya

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan Read More
Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Saat bencana alam besar, bencana peperangan maupun wabah terjadi di Read More
Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang selalu Read More
Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Campak alias measles adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan Read More
Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Untuk memberikan kemudahan didalam proses pelayanan informasi Puskesmas Sekota Kupang Read More
Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Banyaknya pelayanan publik pada berbagai bidang di Lingkungan Pemerintah Daerah Read More
  • 1